Postingan

rheumatoid arthritis

Gambar
 Rheumatoid Arthritis Rheumatoid arthritis atau yang lebih dikenal masyarakat awam dengan rematik merupakan penyakit peradangan sistemik yang paling umum ditandai denganketerlibatan sendi yang simetris. Penyakit ini merupakan kelainan autoimun yang menyebabkan inflamasi sendi kronik yang menyerang sistem muskuloskeletal namun dapat melibatkan organ dan sistem tubuh secara keseluruhan, yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri sendi serta destruksi jaringan sinoia yang disertai gangguan pergerakan diikuti dengan kematian prematur (Arini dan Eltrikanawati, 2020). Patofisiologi Rheumatoid arthritis dapat disebabkan leh pemicu eksternal (seperti merokok, infeksi, dan trauma) memulai reaksi autoimun yang akhrinya mengarah kepada hipertrofi synovialdan inflamasi sendi kronis. Hiperplasial sel synovial dan aktivasi sel endothelia merupakan kejadian awal pada proses patofisiologis dimana terjadi inflamasi yang tidak terkontrol. Selajutnya kartilago dan tulang mengalami destruksi. Faktor gen...

hematologi (II)

Gambar
Hematologi (II) Fibrinolisis Fibrinolisis juga seperti proses koagulasi, yaitu respon hemostatik yang normal terhadap kerusakan vaskuler. Bersamaan dengan pengaktifan koagulasi juga terjadi pengaktifan salah satu mekanisme antikoagulan alami, yaitu sistem fibrinolitik. Sistem fibrinolitik merupakan suatu rangkaian yang fibrinnya dipecah oleh plasmin menjadi produk degradasi fibrin yang mengganggu aktivitas trombin (Bijanti et al., 2010). Tiga kelas utama obat fibrinolisis, yaitu:  Aktivator Plasminogen jaringan (tPA) Streptokinase Urokinase Mekanisme Ketika bekuan darah terbentuk, sejumlah besar plaminogen terperangkap di dalam bekuan darah, beberapa hari kemudian setelah berhentinya pendarahan akibat terbentuknya bekuan darah, maka dilepaskannya tissue Plasminogen Activator (tPA) yang akan mengaktifkan plasminogen menjadi plasmin, yang akan menghilangkan bekuan darah  dengan cara menghancurkan fibrin potongan kecil atau Fibrin   Degradation Product  (FDP) dan juga m...

hematologi (I)

Gambar
 Hematologi (I)           Hematologi adalah bidang studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan ganggua darah yang terjadi. Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Beberapa penyakit yang masuk dalam bidang hematologi adalah anemia, hemofilia, dan leukemia. Gangguan darah dapat mempengaruhi salah satu dari kompenen darah, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Uji diagnostik untuk gangguan hemtologi meliputi: Darah lenkap (eritrosit, leukosit, dan trombosit) Apusan darah perifer. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan penyebab anemia. Pemeriksaan leukosit dapat memberi informasi tentang kemampuan sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah Hitung trombosit dapat menunjukkan kecendrungan untuk pendarahan Sumsum tulang. Pemeriksaan sumsum tulang dilakukan apabila pemeriksaan apusan darah perifer tidak menentukan atau iformasi selanjutnya diperlukan Pembekuan Darah Pembekuan da...

antihistamin H-2

Gambar
Antagonis Reseptor Histamin H-2           Histamin adalah amin nabati (bioamin) yang dibentuk dari histidin oleh histidine melalui dekarboksilase enzimatis. Asam amino ini masuk ke dalam tubuh terutama ke dalam daging atau protein yang kemudian di jaringan diubah secara enzimatis menjadi histamin. Histamin hampir terdapat di semua organ dan jaringan yang dalam keadaan terikat dan inaktif. Dalam keadaan bebas dan aktif juga terdapat di darah dan otak, dimana histamin bekerja sebagai neurotransmitter . Dalam keadaan normal kadar histamin dalam darah hanya k.l. 50mcg/l, sehingga tidak menimbulkan efek.              Obat anti alergi disebut juga Antihistamin (antagonis histamin) adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblokir reseptor histamin. Histamin memiliki peranan yang pent ing da lam patofisiologi penyakit alergi. Istilah antihistamin dapat digunakan untuk menje...

antihistamin H-1

Gambar
          Antihistamin adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi reaksi  alergi , seperti reaksi alergi akibat dari sengatan serangga, reaksi alergi makanan, atau  biduran . Tidak hanya alergi, antihistamin juga kerap digunakan untuk mengatasi gejala mual atau muntah yang biasanya diakibatkan oleh mabuk kendaraan. Berdasarkan penemuan ini, antihistamin juga dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni antagonis reseptor-H1 (H1-blockers atau antihistaminika) dan antagonis reseptor H2 (H2-blockers atau zat penghambat-asam). H1-blockers (antihistaminika klasik) struktur dasar Antihistamin H-1           Mengantagonir histamin dengan jalan memblok reseptor-H1 di otot licin dari dinding pembuluh, bronchi, saluran cerna ,kandung kemih, dan rahim. Begitu pula melawan efek histamine di kapiler dan ujung saraf (gatal, flare reaction). Efeknya adalah simtomatis, antihistmin tidak dapat menghindarkan timbulnya reaksi a...